Minggu, 17 April 2011

Tujuh Bidadari dan Termos Ajaib Ala PGSD”

(Pementasan Drama Komedi Mahasiswa PGSD 2010)
Oleh: Richi Richardus p. Anyan
Kisah dua insan manusia yaitu Adam dan Eva yang telah diusir dari Taman Firdaus oleh St. Michael ke Bumi akibat memakan buah terlarang. Namun beberapa tahun kemudian Adam dan Eva kembali lagi ke Taman Firdaus untuk menghadap St. Michael karena Eva tidak bisa menyusui anak yang telah dia lahirkan. Hal ini disebabkan Konstruksi tubuh Eva sama seperti Adam kecuali dalam hal jenis klamin. Keputusan St. Michael saat itu adalah mengisinkan Adam dan Eva untuk mengambil susu dari pohon susu yang ada di Taman Firdaus tiga kali sehari. Akan tetapi, keputusan ini disalahgunakan oleh dua insane manusia tersebut. Mereka seenanya mengotori Taman firdaus. Hal ini membuat St. Michael naik pitam.
Akhirnya St. Michael mengadakan rapat dadakan dengan Tujuh Bidadari untuk menyelesaikan masalah tersebut. Rapat itu menghasilkan sebuah ide cemerlang dari Bidadari kelima yaitu dengan memasangkan alat yanglebih dikenal dengan nama “Termos Ajaib” ke tubuh Adam dan Eva agar kedua insan ini tidak bolak balik Taman Firdaus dan mengotorinya lagi.
Berbekal PETA BUMI, ketujuh Bidadari itupun segera menuju ke Bumi untuk memasang “Termos Ajaib” ke tubuh Adam dan Eva. Sayangnya, pada saat mereka sampai ke Bumi, Adam sedang berada di ladang, hanya Eva yang berada di rumah. Karena waktu yang terbatas, mereka menyepakati bahwa “Termos Ajaib” itu dipasang di tubuh Eva untuk sementara waktu. Apabila sewaktu-waktu mereka kembali ke Bumi barulah mereka memindahkan kembali “Termos Ajaib” yang satunya ke tubuh Adam. Namun tujuh bidadari itu kehilangan peta untuk pulang. Akibatnya Termos Ajaib itu berada ditubuh Eva dan anak-anak keturunannya.
Keunikan alur drama karangan Alm. R. J. Marjuki inilah yang membuat Dimas Prasetyo Aji dan teman-temannya kelas 1D PGSD Universitas Sanata Dharma (USD) Angkatan 2010 memilih mementaskannya sebagai pengganti Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Seni Drama. Pementasannya dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Desember 2010 di Aula Kampus I Mrican USD.
“Awalnya ada tiga drama yang saya usulkan kepada teman-teman yaitu Tujuh Bidadari dan Termos Ajaib, Janji-janji, dan Popok Wewe. Namun semua teman memilih Tujuh Bidadari dan Termos Ajaib untuk disadur dan dipentaskan,” kata Aji selaku ketua panitia pementasan sambil mengingat kembali awal pengusulan ide drama sekitar tiga bulan yang lalu.
Persiapan pementasan ini sudah dilakukan sejak tiga bulan yang lalu, mulai dari pembentukan panitia samapai pada pementasan drama ini.  Akan tetapi ada banyak sekali kendala dalam persiapan ini, baik dari latihan-latihan samapai pada urusan peminjaman properti untuk pementasannya.
“kadang latihan sering molor-molor, pemerannya nggak lengkap, sampai urusan peminjaman barang pun kami kurang paham karena baru pertama.” Demikian kisah Viviana Desiani selaku sutradara.
Pengalaman pertama inilah yang membuat mereka banyak sekali belajar dari kesalahan-kesalahan yang mereka buat. Kesalahan-kesalahan inilah yang membuat mereka sering melakukan evaluasi dan diskusi guna mencari solusi secara bersama.
Alhasil, pementasan ini ditonton oleh 141 orang baik dari dalam maupun luar kampus yaitu USD, UNY, UAJY, UAD dan UGM. Hal ini diluar dari target awal mereka yang memperkirakan penonton berjumlah seratus orang. Penonton pun beberapa kali dibuat tertawa karena percakapan maupun gerak-gerik pelakon yang lucu.
“Tujuan kami melaksanakan pementasan ini selain untuk menyelesaikan Ujian Akhir Semester, kami juga ingin menghibur masyarakat dengan apa yang kami bisa dan menuangkan kreativitas dan bakat kami pada suatu kegiatan yang positif,” tutur Aji.
Menurutnya, berkarya seni dan berkreasi yang berguna bagi banyak orang. “Kalau kayak gini mengasyikan,” ungkapnya sambil tersenyum.
Reportase bersama Wita BK 2010

Tidak ada komentar: